Dengarkan kalimat utuh
Ikuti konteksnya. Anda tidak harus menerjemahkan semua kata agar tetap memahami gagasannya.
Bangun kemampuan untuk mengikuti percakapan sehari-hari, kabar di tempat kerja, perjalanan, dan pendapat sederhana tanpa kehilangan arah saat kalimat menjadi lebih panjang.
Contoh latihan B1
Di B1, fokusnya bukan lagi hanya mengenali kata. Dengarkan siapa yang berbicara, apa yang berubah, dan bagaimana kata sambung menghubungkan satu ide dengan ide berikutnya.
Ikuti konteksnya. Anda tidak harus menerjemahkan semua kata agar tetap memahami gagasannya.
Menuliskan jawaban membuat Anda membedakan kata yang benar-benar terdengar dari yang hanya ditebak.
Perhatikan apakah masalahnya bunyi, kosakata, ejaan, atau makna. Itu menentukan latihan berikutnya.
Sisihkan 15-20 menit untuk mendengar dan menjawab. Setelah itu, ulangi hanya kalimat yang belum berhasil.
Naikkan tantangan saat ketepatan Anda stabil beberapa hari. Jika latihan terasa terlalu padat, bertahan sebentar di level ini akan memberi fondasi yang lebih kuat.
Mulai dari level hari ini, lalu lanjutkan saat kalimat terasa semakin mudah diikuti.
Lima latihan gratis untuk membangun kebiasaan mendengar yang aktif.
Naikkan level setelah Anda tidak lagi bergantung pada tebakan.
Waktunya berbeda untuk setiap orang. Latihan singkat yang konsisten membantu Anda menangkap kalimat lebih panjang dan lebih banyak variasi cara berbicara sebelum naik ke B2.
Anda akan bertemu percakapan tentang pekerjaan, perjalanan, pengalaman, kesehatan, rencana, pendapat, serta bentuk bahasa seperti present perfect, modal, dan kalimat penghubung.
Di level ini, kalimat menjadi lebih panjang dan ide mulai terhubung. Kata sambung, phrasal verb, dan perubahan arah pembicaraan sering lebih penting daripada satu kata yang tidak dikenal.
B1 memberi dasar untuk mengikuti banyak percakapan rutin. Untuk rapat cepat atau wawancara yang lebih kompleks, B2 biasanya menjadi target yang lebih nyaman.
Hari ini Anda punya lima latihan gratis untuk memulai kebiasaan baru.